Larangan dan Pembatasan Dominoqq Dari Masa ke Masa

Larangan dan Pembatasan Dominoqq Dari Masa ke Masa
Larangan dan Pembatasan Dominoqq Dari Masa ke Masa

BirPoker – Larangan dan Pembatasan Dominoqq Dari Masa ke Masa – Perjudian sudah ada sejak zaman yang sangat lama. Bahkan sejarah mencatatkan saat kekaisaran Romawi hingga Yunani Kuno bukti-bukti terkait adanya judi sudah ditemukan. Judi yang mempertaruhkan barang sudah diperkenalkan dan praktek perjudian sendiri, sejatinya sudah mengakar sejak dahulu.

Lebih jauh lagi, judi bahkan dijadikan sebagai ajang hiburan sekaligus sarana rekreasi. Awal mulanya, pada zaman kerajaan yunani kuno. Perjudian bermula dari seorang peramal atau cenayang yang dalam praktiknya bertujuan untuk meramal nasib seseorang.

Medium yang digunakan para peramal dan cenayang tersebut tak lain dan tak bukan juga menggunakan peralatan primitf seperti batu, tongkat kayu, hingga tulang belulang. Dengan cara melempar atau membakar barang-barang tersebut dan kemudian mengamati pola jatuh yang terbentuk.

Larangan dan Pembatasan Dominoqq Dari Masa ke Masa

Selanjutnya, para peramal memprediksikan nasib apa yang akan dialami oleh seseorang yang menjadi objek ramalan. Peristiwa dan kegiatan ini dinilai cukup menarik pada zaman itu. Berawal dari hal sesederhana itu, kemudian masyarakat mulai memasang taruhan dan bertaruh seperti kemana arah tongkat tersebut jatuh dan hal lainnya. Sehingga lahirlah budaya permainan judi http://170.187.227.99/ yang kita kenal sampai saat ini.

Dari yang semula hanya menebak arah tongkat yang jatuh dengan peralatan primitif hingga dominoqq seperti yang saat ini kita kenal. Namun dalam perkembangan dan seiring pertumbuhan zaman. Hal semacam ini turut memberikan dampak yang negatif tidak hanya pada masalah finansial. Namun hal ini sampai ke arah masalah sosial hingga psikologi.

Alih-alih menjadi semacam solusi dana cepat saat membutuhkan uang, perjudian baik dominoqq ataupun bandarqq justru menjadi bumerang yang dapat memperparah kondisi finansial seseorang. Akibat yang muncul dari hal tersebut tentunya akan berbuntut pada dorongan untuk tindakan-tindakan kriminal yang tentunya akan sangat meresahkan. Maka dari itu aturan pelarangan judian beserta segala seluk beluknya di berlakukan di berbagai negara modern seprti saat ini hingga kerajaan kuno, seperti ulasan berikut.

Petuah Larangan Berjudi di Bumi Indonesia pada Abad ke-13

Larangan judi sendiri tercatat dalam sebuah prasasti yang diperkirakan berasal dari abad ke-13. Prasasti tersebut ditemukan di situs Astana Gede, Kawali, Ciamis, Jawa Barat. Prasasti yang berupa batu yang disana terdapat tulisan dalam ukiran di batu tersebut hampir berbentuk persegi empat yang memiliki dimensi panjang 72 cm dan lebar 62 cm.

Prasasti tersebut merupakan prasasti ke enam atau terakhir disitus Astana Gede. Prasasti yang ditulis dengan bahasa sunda kuno lengkap beserta huruf sunda kuno ini awalnya ditemukan oleh kolonial Belanda. Namun setelah digali dan dikaji ulang, isi dari prasasti yang memiliki 6 baris bersela ini ternyata berisikan tentang larangan judi.

Isi dari prasasti tersebut adalah sebagai berikut, “Ini perting, Gal nuatis, Ti rasa aya ma nu, Ngesi dayeuh iweu, Ulah botoh bisi, Kokoro.”

Yang mana bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti, ”Ini pening, Galan yang asti, Dari rasa yang ada yang, Mengisi kota ini, Jangan main judi bisa, Sengsara.”

Dan jika diinterpretasikan secara makna, artinya adalah sebagai berikut, “Ini peninggalan dari (yang) asti (dari) rasa yang ada yang menghuni kota ini. Jangan berjudi bisa sengsara.”

Dengan membaca terjemahan secara literal dan secara makna, jelas prasasti ini merupakan sebuah pesan dari sang penguasa pada masa itu. Agar penduduk kota tidak melakukan atau meninggalkan aktivitas perjudian karena niscaya akan menimbulkan kesengsaraan.

Secara umum, Astana Gede Kawali merupakan sebuah komplek atau situs peninggalan sejarah dan budaya masa lalu. Dari sisa-sisa kerajaan Galuh sekitar abad ke-13. Astana Gede Kawali sendiri merupakan pusat dari pemerintahan kerajaan Sunda-Galuh. Ini juga tak lain dan tak bukan merupakan cikal bakal berdirinya kerajaan Padjajaran.

Hukuman Cambuk yang Diberlakukan Bagi Penjudi di Kerajaan Arab

Kerajaan Arab Saudi yang sudah dikenal luas sebagai kerajaan islam terbesar dan tersohor di dunia juga menerapkan dan menetapkan larangan perjudian. Hal tersebut dinilai wajar karena sejatinya kegiatan perjudian merupakan perbuatan yang mengarah kepada perilaku yang dapat merugikan dan dikategorikan dalam hukum yang haram.

Maka dari itu, pelarangan aktivitas perjudian sudah sewajarnya diberlakukan disana. Pada zaman dahulu kala, hukuman bagi mereka yang terlibat dalam aktivitas perjudian adalah hukuman cambuk. Tidak tanggung-tanggung hukuman tersebut dilaksanakan bahkan di tengah kerumunan dan disaksikan oleh ribuan pasang mata.

Sehingga efek jera dan malu pada saat itu sangat efektif untuk menghambat atau menekan laju pertumbuhan aktivitas judi. Ini termasuk hal yang merugikan serta meresahkan dan sekaligus bertentangan dengan syariat atau ajaran agama islam di dalam lingkungan kerajan Arab Saudi.

Inggris Kini Memberlakukan Pembatasan Aktivitas Perjudian

Inggris sebagai salah satu negara maju di dunia dengan perekonomian yang terbilang stabil dan salah satu yang terbaik di dunia. Kini telah mengeluarkan peraturan yang membatasi perjudian. Larangan judi dominoqq tersebut dikhususkan pada larangan penggunaan kartu kredit untuk berjudi.

Larangan yang rencananya akan diperlakukan pada bulan april 2020 ini disahkan guna menekan aktivitas perjudian di negara kerajaan tersebut. Hal ini tertutama bagi mereka yang menggunakan kartu kredit sebagai alat transaksinya.

Hal ini didasarkan pada semakin tingginya daya tarik dari kecanduan dominoqq. Penggunaan kartu kredit sebagai alat transaksi pada judi online diyakini dapat menyebabkan kerugian bagi konsumen. Hal ini terbilang wajar karena judi tersendiri menimbulkan efek candu yang sangat berbahaya.

Langkah pemerintahan Inggris dalam pembatasan ini didasari oleh fakta bahwa 22% dari penjudi yang menggunakan kartu kredit adalah penjudi yang bermasalah. Diketahui dari catatan transaki dan rekening mereka ke 22% pengguna judi online tersebut memiliki hutang dalam catatan rekening mereka.

Maka dari tiu sudah sewajarnya bagi pemerintah untuk memngeluarkan kebijakan-kebijakan yang terkait hal tersebut guna menghindari masalah-masalah yang akan meluas dan bertambah parah.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *